KLIKOMPAS: Dalam rangka menyukseskan pencapaian target swasembada daging sapi dan kerbau pada tahun 2014, Kementerian Pertanian menyelenggarakan acara Semiloka dan Evaluasi Perbibitan Kerbau pada tanggal 3 November 2010, bertempat di Lebak, Banten. Acara yang dibarengi dengan kegiatan lomba dan kontes ternak tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian Suswono dan dihadiri antara lain oleh Gubernur Banten, anggota komisi IV DPR RI, Bupati Lebak, Pejabat Eselon 1 dan 2 Lingkup Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Perekonomian dan Bappenas, serta Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Suswono menegaskan peran penting daging kerbau untuk menggantikan kebutuhan daging sapi, mengingat hingga saat ini Indonesia masih melakukan impor daging sapi dan sapi bakalan hingga 30 persen. “Hingga saat ini produksi daging kerbau sekitar 46 ribu ton atau 2 persen dari jumlah keseluruhan produksi daging sapi nasional, sehingga dapat dikatakan bahwa ternak kerbau berperan mendukung penyediaan daging bagi tercapainya swasembada daging sapi dan kerbau di Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut Mentan menjelaskan, meski memiliki peran yang signifikan, ternak kerbau juga memiliki berbagai permasalahan seperti rendahnya produktivitas dan jarak beranak kerbau yang panjang. Masalah tersebut disebabkan oleh rendahnya kualitas bibit, kurangnya seleksi, terjadinya kawin ternak dengan kerabat dekat atau inbreeding dan tatalaksana pemeliharaan yang masih tradisional. Untuk itu dibutuhan terobosan teknologi dalam bidang perbibitan, pengawasan terhadap pemotongan betina produktif dan upaya percepatan penambahan populasi kerbau.
Mentan menghimbau, selain kegiatan kontes ternak seyogyanya juga dilakukan peningkatan usaha pembibitan ternak kerbau disertai dengan pemberdayaan kelompok peternak, penerapan inovasi dan teknologi tepat guna seperti Inseminasi Buatan (IB) serta program village breeding centre (VBC).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah menyambut baik dan memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan tersebut di atas. Menurutnya, acara ini sangat penting guna membangun sektor pertanian khususnya dalam rangka membangun ternak kerbau di provinsi Banten. Dituturkan pula, hingga tahun 2009 populasi kerbau di provinsi Banten mencapai 151.976 ekor yang merupakan populasi terbesar ke empat di Indonesia. Sayangnya populasi tersebut mengalami penurunan akibat menurunnya kualitas genetic dan terjadinya pemotongan betina produktif. Untuk itu, saat ini provinsi Banten terus melakukan berbagai cara guna membangun pertanian termasuk juga di bidang peternakan secara terpadu, terkoordinir dan terarah antara pemerintah dan masyarakat tani dalam bentuk Gerakan Aksi Membangun Pertanian Rakyat Terpadu atau Gempita Ratu.