
KLIKOMPAS:Anggota Komisi III DPR dari FPKS Nasir Jamil menilai pengakuan Gayus Tambunan atas kepergiannya ke Bali sangat mengejutkan. Gayus dianggap telah melempar kotoran ke muka Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo.“Polisi harus malu dengan pengakuan Gayus dan artinya Gayus mempermalukan mereka. Gayus ngaku memberi uang petugas dan dia mengakui keluar tahanan. Gayus melempar kotoran ke muka Kapolri,” tegas Nasir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/11/2010).
Nasir menilai hal tersebut sangat menjatuhkan citra Polri di mata publik. Kapolri harus membersihkan nama baiknya dengan mengungkap kasus Gayus.
“Apakah Kapolri mendiamkan dirinya ketika di mukanya ada kotoran. Saya pikir beliau Kapolri yang baik, tidak ada jalan lain selain mengungkap dengan siapa Gayus bermain sehingga ke Bali bertemu oknum polisi, pengusaha dan sebagainya,” harap Nasir.
Menurut Nasir, apa yang disampaikan Gayus sebenarnya sudah tercium publik. Menurutnya, mantan Kabareskrim Susno Duadji juga pernah mengungkapnya.
“Karenanya seharusnya polisi yang mengatakan itu, bukan Gayus, aduh saya geli dengan polisi,” papar Nasir.
Sikap polisi yang kalah cepat mengungkap keberadaan Gayus ini sangat memalukan. Nasir berharap polisi lebih berani lagi menghadapi Gayus dan jaringannya.
“Artinya poisi nggak berani, Gayus terlalu kuat, padahal harus berani. Rasanya untuk membersihkan kotoran Kapolri membutuhkan keberanian ekstra. Ini bukan saja menamparan atau meludahi, tetapi melempar muka dengan kotoran,” tandasnya. [detik/van/mad]